Investasi
Selama ini saya
mengenal kata investasi dari beberapa pakar keuangan ataupun perencanan
keuangan dan juga dari mbah google, mungkin dari kita sekalian juga ada yang
belum mengetahui apa itu investasi, definisi Investasi menurut saya yaitu
menyisihkan sebagian penghasilan kita baik dari gaji bagi karyawan ataupun dari
laba hasil usaha untuk pengembangan dan dinikmati di masa datang yang dapat
berupa Uang Pensiun, Beli Rumah ataupun Uang sekolah anak dan dana yang di
sisihkan ini TIDAK boleh di ambil dengan alasan apapun dalam kurun waktu
tertentu (Lebih dari 1 tahun). Dan yang patut di ingat atau perhatikan bahwa
investasi berbeda dengan tabungan/ saving dimana menurut saya tabungan itu dana
yang bisa kita pakai kapan saja tapi tidak boleh seenaknya walaupun dana yang
di tabungan banyak untuk sembarang di pakai, tabungan ini untuk darurat saja
seperti halnya biaya berobat karena sakit tiba-tiba.
Banyak teori dari
beberapa pakar keuangan ataupun perencana keuangan berapa % dari penghasilan
kita yang harus di investasikan ada yang 5%, 10%, 20% bahkan ada yang sampai
30-40%. Semuanya itu tergantung dari pengelolaan keuangan kita, karena ada
banyak point yang bisa merubahnya yaitu tergantung pengeluaran rutin dan non
rutin maupun berapa yang akan kita masukkan ke tabungan/ savings. Kalau saya
lebih memilih mengikuti kemampuan keuangan karena saya saat ini hanya mampu
untuk menginvestasikan 10% dari total penghasilan saya, mungkin tahun-tahun
berikut jika keuangan sudah stabil akan lebih naik J
Sekarang mungkin
yang jadi pertanyaan dalam bentuk apa investasi kita??
Ada banyak tipe
investasi yang dapat kita lakukan dan untuk zaman sekarang dengan teknologi
yang sudah 4G lebih memudahkan untuk investasi di banding tahun 2000an yang
pilihannya terbatas karena keribetan dan menyita watu dan tenaga, diantaranya
investasi emas/ Logam Mulia, saham, deposito, reksadana, obligasi, usaha/bisnis
dsb.
Pilihan investasi
kita sebenarnya secara umum berhubungan dengan resiko dan keuntungan yang bisa
di sebut imbal hasil ataupun pengembangan dana, ingat prinsip dasar investasi
“Keuntungan tinggi maka Resiko Tinggi, Keuntungan rendah maka Resiko Rendah”
atau para ahli menyebutnya “High Return High Risk, Low Return Low Risk”. Untuk
awalnya kita harus tau dulu apa itu RESIKO dalam investasi.
Resiko menurut
saya kerugian yang bisa saya dapat dalam menginvestasikan uang kita, resiko
bisa berarti tidak balik modal, atau buang waktu, tenaga, biaya dalam
berinvestasi bertahun-tahun, ataupun paling parah bangkrut (dan ini tidak
mungkin terjadi). Dengan mengetahui resiko kita dapat mengetahui hendaknya
kemana kita akan menanamkan uang kita, bahwa jika kita mengharapkan imbal hasil
besar kita harus siap dengan resikonya agar kita bisa tidur dengan tenang
menghadapi masa depan.
Setelah kita memahami apa itu resiko silahkan kita memilih bentuk investasi kita dari yang paling "aman" dengan timbal hasil kecil, sampai yang paling beresiko dengan timbal hasil besar yaitu pasar saham.
Note; Semua
pengertian didefinisikan dari pengertian dan pemahaman penulis, dan mungkin
akan berbeda dengan arti sebenarnya untuk itu diharapkan kehati-hatian dan
konfirmasi dengan informasi lainnya.

Komentar
Posting Komentar